materi 1 pengembangan diri (pro spirit X)

HIDUP SEIMBANG

Apa yang dimaksud dengan hidup seimbang? Yaitu Hidup seseorang yang diisi odengan kegiatan-kegiatan yang bermanfaat dunia dan akhirat, dan kemudian sesuai dengan bakat dan tugasnya sebagai hamba Allah SWT.

Mengapa harus hidup seimbang dan kemudian mengapa manusia bila hidup seimbang akan mendapatkan kebahagiaan. Seperti yang kita ketahui bahwa potensi manusia berupa jasmani, harus kuat, karena Allah suka mukmin yang kuat daripada mukmin yang lemah, dengan cara makan makanan yang halal dan baik(2:186), tidur (78:9), olahraga berakitifitas (30 : 20-21). Akal, yang bisa dipenuhi dengan ilmu, (3 :190). Dan hati, yang bisa dipenuhi dengan dzikrullah (13:28)

Konsep hidup seorang muslim adalah terwujunya keseimbangan hakiki antara tujuan material (kebendaan) dan spiritual (kerohanian). Oleh karenanya, kita diajarkan untuk menjaga keseimbangan antara mengejar kemaslahatan dunia dan kebahagiaan diakhirat. Allah Swt berfirman:

201.  Dan di antara mereka ada orang yang bendoa: “Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan peliharalah kami dari siksa neraka”[127].

Allah SWT telah memberikan amanah kepada umat manusia untuk menjadi khalifah dimuka bumi ini. Berkaitan dengan amanah tersebut Allah SWT memberi kewenangan kepada manusia untuk memanfaatkan segala sumber daya yang ada di muka bumi dalam batas kewajaran untuk kemaslahatan bersama. Allah SWT berfirman:

77.  Dan carilah pada apa yang Telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah Telah berbuat baik, kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan

103.  Katakanlah: “Apakah akan kami beritahukan kepadamu tentang orang-orang yang paling merugi perbuatannya?”

104.  Yaitu orang-orang yang Telah sia-sia perbuatannya dalam kehidupan dunia ini, sedangkan mereka menyangka bahwa mereka berbuat sebaik-baiknya.

Bila kita simak makna yang tersirat dan tersurat dalam ayat tersebut menunjukan bahwa falsafah kehidupan bermuamalah (ekonomi) dalam Islam harus berpijak pada upaya untuk menjalankan aktivitas perekonomian dengan berpegang kepada perintah dan larangan Allah, yang didasarkan pada kesadaran adanya hubungan manusia dengan Allah SWT. Karena pada intinya, manusia yang ingin mendapatkan kebahagiaan itu, jika mengetahui, kebahagiaan itu berasal dari Allah SWT. Maka sewajarnya dan seharusnya, mencari kebahagiaan melalui Allah SWT.

Wallahu’alam bisshowab

PENGERTIAN SUKSES (SUKSES DUNIA Hidup Untuk Akhirat)

Tauhid Beres, Hidup Sukses

By Abu Fakhri Tentang Pendidikan Ummat

Ukuran sukses hidup seseorang sebenarnya bisa sangat relatif. Bagi orang yang tidak percaya Tuhan dan hidup setelah kematian, standar sukses hanya diukur di dunia; harta, tahta, atau wanita. Tapi sebagai orang beriman, standar hidup sukses tidak terlepas dari keyakinan terhadap ajaran agama. Ajaran agama Islam berpedoman Al-Qur`an dan Sunnah. Bagaimana sukses menurut Al-Qur`an dan Sunnah? Berikut kisah dari seseoang yang punya pengalaman dari pengajian yang di ikuti nya di kota Jubail, hari Jum’at (7 Mei 2010) kemarin.

Tauhid adalah derivasi dari kata wahhada-yuwahhidu-tauhidan, yang artinya menyatukan. Secara istilah syar’i, tauhid adalah mengesakan Allah dalam apa saja yang menjadi kekhususanNya. Ulama salaf shalihin membagi tauhid mejad dua; tauhid rububiyah dan asma` wa sifat. Tauhid rububiyah adalah mengesakan Allah dalam perbuatan-perbuatan Allah, seperti: menciptakan, mengatur alam, menghidupkan, mematikan, memberikan rizqi dan lain-lainnya yang merupakan kekhushushan-kekhushushan Allah. Dan yang kedua, tauhid asma` wa sifat mencakup penetapan nama-nama dan sifat-sifat yang telah ditetapkan oleh Allah untuk diri-Nya sendiri di dalam al Quran, dan telah disampaikan oleh Rasulullah saw tanpa menyerupakannya dengan makhluq, atau membagaimanakannya, serta meniadakan apa yang Allah tiadakan untuk diri-Nya dan ditiadakan oleh Rasulullah saw dalam haditsnya tanpa merubah (tahrif), dan meniadakannya (Ta’thil).

Sementara arti kata “sukses” jika dirujuk ke Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) artinya berhasil, beruntung. Dalam bahasa Arab ada tiga kata yang semakna dengan kata sukses dalam arti berhasil atau beruntung, yaitu falah, fauz, dan najah. Ketiga terma inilah yang sering diulang-ulang dalam Al Qur`an. Bedanya, sukses menurut Al-Qur`an tidaklah bebas makna, tetapi terikat dengan prasyarat yang harus dilakukan seseorang untuk dapat meraihnya. Hal ini seperti yang terekam pada surah Al-Baqarah ayat 2-5. Di rangkaian ayat tersebut, ternyata orang-orang yang beruntung (muflih dari kata falah), adalah yang diberi petunjuk dengan mengimani Al-Qur`an dan kitab-kitab sebelumnya tanpa ada keraguan, mendirikan shalat, menafkahkan rezki, dan beriman kepada kehidupan akhirat. Sepadan dengan orang yang muflih (beruntung) di ayat lain disebutkan, adalah orang yang selalu mengajak kepada kebajikan, menyeru kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar (QS. Ali Imran: 104). Kata muflihun yang berarti jamak (orang-orang yang beruntung) juga disebut di surah Al-Mujadilah ayat 22. Bahkan melengkapi dan menjelaskan balasan orang-orang yang beruntung menurut kriteria Al-Quran ini. Berikut arti ayatnya: “Kamu tak akan mendapati kaum yang beriman pada Allah dan hari akhirat, saling berkasih-sayang dengan orang-orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya, sekalipun orang-orang itu bapak-bapak, atau anak-anak atau saudara-saudara ataupun keluarga mereka. Meraka itulah orang-orang yang telah menanamkan keimanan dalam hati mereka dan menguatkan mereka dengan pertolongan yang datang daripada-Nya. Dan dimasukan-Nya mereka ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya. Allah ridha terhadap mereka, dan merekapun merasa puas terhadap (limpahan rahmat)-Nya. Mereka itulah golongan Allah. Ketahuilah, bahwa sesungguhnya hizbullah itu adalah golongan yang beruntung.”

Kata kedua dalam bahasa Arab sukses adalah fauz. Ayat yang merekam orang yang fauz ini adalah surah An-Nuur ayat 52: “Dan barang siapa yang taat kepada Allah dan rasul-Nya dan takut kepada Allah dan bertakwa kepada-Nya, maka mereka adalah orang- orang yang mendapat kemenangan.” Tidak hanya sukses (fauz) biasa, tetapi juga di ayat 70-71 di surah Al-Ahzab, Allah swt berfirman: “Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kamu kepada Allah dan katakanlah perkataan yang benar. niscaya Allah memperbaiki bagimu amalan-amalanmu dan mengampuni bagimu dosa-dosamu. Dan barangsiapa mentaati Allah dan Rasul-Nya, maka sesungguhnya ia telah mendapat kemenangan yang besar.” Ada juga kata faizun (dari kata fauz) untuk kelompok yang beruntung dengan balasan surga dan kekal di dalamnya terdapat dalam surah Al-Hasyr ayat 20 dan Al-Fath ayat 5.

Dari ayat-ayat yang disebut di atas, jelas bahwa kesuksesan seseorang itu ukurannya tidak hanya duniawi, tetapi justru setelah hidup di dunia ini. Di sinilah pentingnya kita memahami tauhid agar tergolong dalam kelompok yang dijanjikan oleh Allah swt dalam ayat-ayat Al-Qur`an di atas. Prasyarat seperti iman, bermuara kepada tauhid. Firman Allah swt: “Orang-orang yang beriman dan tidak mencampuradukkan iman mereka dengan kezaliman, mereka itulah yang mendapat keamanan dan mereka itu adalah orang-orang yang mendapat petunjuk.” (QS. Al-An’am: 83). Dalam hadits Shahih Bukhari, diceritakan bawha ketika ayat ini turun, para sahabat merasa sedih bukan kepalang, akrena mereka merasa belum terbebas sama sekali dari kezhaliman. Maka Nabi saw menjelaskan bahwa kezhaliman di sini bukanlah sembarang kezhaliman, namun maksudnya adalah kezhaliman terbesar alias syirik, sebagaimana perkataan Luqman Al-Hakim taktala menasehati anaknya: “Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi pelajaran kepadanya: “Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar.” (QS. Luqman: 13).

Pengaruh Tauhid yang Benar di Dunia
Di antara pengaruh tauhid yang benar dalam kehidupan di dunia tergambar dari ayat 96 Surah Al-‘Araf: “Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya.” Ayat ini sangat jelas menginformasikan dua akibat orang yang beriman dan bertakwa serta kebalikannya. Syarat iman dan takwa sebagaimana ayat 13 di surah Luqman sebelumnya, harus bersih dari kedzaliman yang besar, yaitu syirik, yang berarti harus bertauhid dengan benar. Dalam tataran kehidupan masyarakat dapat kita saksikan, ada dua perbedaan di antara masyarakat yang berdiri di atas undang-undang tauhid dan yang syirik. Keduanya persis seperti yang dikatakan Allah di atas.

Sebuah kisah menarik tentang indahnya tauhid yang dapat merubah kehidupan, adalah kehidupan bangsa Arab saat sebelum dan sesudah diutusnya Nabi Muhammad saw. Dalam kisah dialog Kisra dengan Mughirah ra., Kisra bertanya tentang bangsa Arab. Mughirah ra., menjelaskan: “kami adalah orang-orang Arab yang dahulu amat celaka. Kami menghisap dan mengemut biji kurma karena sangat kelaparan. Pakaian kami terbuat dari bulu onta dan domba (sangat kasar), dan kami menyembah pohon serta bebatuan. Ketika kami dalam keadaan demikian, Penguasa langit dan bumi menutus kepada kami seorang nabi dari kami yang kami kenal keuda orang tuanya. Nabi kami lantas memerintahkan kami agar memerangi kalian sampai kalian beribadah kepada Allah saja, atau kalian membayar jizyah. Nabi kami juga mengabarkan berdasarkan wahyu dari Allah bahwa siapa yang terbunuh dari kami makan akan masuk surga denga berabgai kenikmatan yang belum pernah terlihat oleh mata, sedangkan yang tetap hidup akan menguasai kalian.” (HR. Bukhari 2989)

Dalam riwayat lain disebutkan Mughirah ra., memberi tanggapan atas penjelasan Kisra tentang orang Arab: “Demi Allah, gambaran kalian tentang sifar-sifat kami tidak keliru sedikitipun. Dahulu kami memang orang yang paling terpencil pemukimannya, paling kelaparan, paling celaka dan paling jauh dari seluruh kebaikan; sampai Allah mengutus seorang Rasul dari golongan kami, menjadikan bagi kami kemenangan dan di dunia dan akhirat….” (HR. Ibnu Hibban No. 4756) Wallahu’alam.

Waktu adalah modal YANG kamu punya!

Jika diperhatikan, banyak manusia yang menghabiskan siang hari di bulan Romadhon hanya untuk tidur mendengkur, sementara malamnya mereka habiskan untuk mengobrol, membicarakan orang lain dan bermain-main, sehingga mereka tidak merasakan puasa sedikit pun bahkan tidak sedikit yang meninggalkan shalat berjamaah.

Hal ini mengandung bahaya dan kerugian yang sangat besar bagi mereka, karena Romadhon adalah musim segala ibadah seperti melaksanakan shalat, puasa, membaca Al-Qur’an, dzikir, berdo’a dan mohon ampunan. Romadhon merupakan bilangan hari, yang berlalu dengan cepat dan menjadi saksi ketaatan bagi orang-orang yang taat, sekaligus sebagai saksi bagi para tukang maksiat atas semua perbuatan maksiatnya.

Seyogyanya setiap muslim selalu memanfaatkan waktunya dalam hal-hal yang berguna, janganlah memperbanyak makan di malam hari dan tidur di slang hari, jangan pula menyia-nyiakan sedikit pun waktunya tanpa berbuat amal shalih atau mendekatkan diri kepada Tuhannya.

Diriwayatkan dari Hasan Al-Bashri rahimahulloh, bahwasanya ia berkata: “Sesungguhnya Alloh Ta’ala menjadikan bulan Romadhon sebagai saat untuk berlomba-lomba dalam amal kebajikan dan bersaing dalam melakukan amal shalih. Maka satu kaum mendahului lainnya dan mereka menang, sedangkan yang lain terlambat dan mereka pun kecewa.”

Ketahuilah bahwa siang dan malam hari itu merupakan gudang bagi manusia yang sarat dengan simpanan amal baik atau buruknya. Kelak pada hari Kiamat akan dibuka gudang ini untuk (diperlihatkan dan diserahkan kepada) pemiliknya. Orang-orang yang bertakwa akan mendapati simpanan mereka berupa penghargaan dan kemuliaan, sedangkan orang-orang pendosa yang menyia-nyiakan waktunya akan mendapatkan kerugian dan penyesalan.

Kunci sukses memanfaatkan waktu adalah mengerjakan sesuatu sesuai dengan tujuan diciptakan manusia dan kemudian fokus pada kekekuatan masing2…..dan kemudian mengisi setiap waktu dengan kegiatan yang berkaitan erat dan efektif sesuai dengan tujuan diciptakan manusia dan keunikannya masing2.

Memetakan Rencana KE depan yang GEMILANG

”Jika Anda gagal menyusun rencana, maka yang sebenarnya Anda lakukan adalah Anda menyusun rencana untuk GAGAL,” demikian kata-kata bijak yang dipakai dalam sebuah brosur seminar kepemimpinan dengan topik perencanaan. Pernyataan ini juga ditunjang oleh Benjamin Franklin yang sadar benar akan pentingnya perencanaan sebagai strategi ”memetakan” masa depan. Benjamin mengatakan, ”Seseorang dengan kemampuan biasa-biasa saja bisa mencapai hal-hal yang besar di masyarakatnya jika dilengkapi dengan perencanaan yang baik.”

Walaupun membuat rencana telah banyak diakui orang-orang sukses sebagai salah satu strategi untuk meraih masa depan yang diinginkan, tidak banyak orang yang mempraktekkannya dengan sungguh-sungguh. Salah satu alasannya mungkin adalah ketidaktahuan dalam membuat rencana yang membuahkan hasil. Rencana seperti inilah yang disajikan di pembahasan berikut.

Mengapa Rencana Aksi
Menyusun rencana aksi merupakan salah satu cara penting dalam memetakan masa depan. Sebuah artikel di http://www.careerplanning.about.com, yang berjudul Writing a Career Action Plan menggambarkan rencana aksi sebagai sebuah ”peta” yang membantu kita untuk berangkat dari titik A -kondisi saat ini, ke titik B-target yang ingin kita capai di masa depan. Peta (rencana) ini juga membantu kita melewati titik B untuk mencapai titik C, D, E dan seterusnya sampai kita dapat mewujudkan cita-cita kita di titik Z. Rencana Aksi merupakan proses yang harus dilakukan terus menerus dan bersifat dua arah, artinya, kita bisa kembali ke langkah sebelumnya jika kita ternyata masih perlu mengumpulkan informasi lebih lanjut atau perlu memperjelas lagi pilihan-pilihan yang akan diambil. Ada tujuh langkah plus satu, yang perlu kita perhatikan dalam menyusun rencana aksi yang dapat membantu kita meraih hasil.

Langkah 1. Tentukan Target.
Sebuah peta (rencana) akan berguna jika kita telah mempunyai gambaran mengenai titik yang akan kita tuju. Misalnya saja Andi yang baru tiba di stasiun Gambir, Jakarta dari Surabaya, akan pergi ke rumah pamannya di Bintaro. Dengan peta yang sudah dipersiapkannya, ia bisa mencari titik ”Bintaro”, sehingga ia bisa melihat kearah mana ia harus pergi. Demikian pula dengan kita, sebelum membuat rencana aksi, kita perlu menentukan target yang ingin kita capai, baik target jangka panjang, jangka menengah ataupun jangka pendek. Misalnya: kita ingin keliling dunia dalam waktu 80 hari dengan mengunjungi 20 negara, atau kita ingin meningkatkan penjualan 40% dalam dua tahun. Target ini membantu kita dalam memberikan arah dari perhatian dan kegiatan yang akan kita lakukan. Target juga membantu kita memfokuskan perhatian dan kegiatan kita pada hasil yang harus dicapai (bukan hanya sekedar keinginan ataupun mimpi). Target juga membantu kita mengevaluasi kemajuan yang telah kita capai sepanjang perjalanan, sehingga kita bisa melakukan penyesuaian ataupun penyusunan strategi baru untuk kembali ke sasaran semula.

Langkah 2. Tentukan tempat untuk memulai.
Peta dan kompas tidak akan berguna jika kita tidak tahu titik kelima dari kompas, yaitu lokasi keberadaan kita. Jadi, setelah target kita tentukan, kita perlu mengevaluasi secara menyeluruh kondisi kita saat ini: kekuatan kita (misalnya: kemampuan kita, kondisi keuangan kita, fasilitas-fasilitas penunjang yang sudah kita miliki, orang-orang yang bersedia membantu kita), kelemahan kita (misalnya: keterampilan yang belum kita kuasai, fasilitas yang masih harus kita cari, orang-orang yang masih harus kita temui), kesempatan (misalnya: potensi yang masih bisa kita kembangkan, kondisi perekonomian yang terus berkembang, kesempatan mendapat beasiswa yang bisa kita usahakan), ataupun ancaman yang kita hadapi (misalnya: kondisi perekonomian ataupun politik yang cenderung memburuk, ataupun hambatan-hambatan lainnya). Dua titik penting (titik target dan titik kondisi saat ini) akan membantu kita untuk melihat apa yang masih kurang, apa yang masih perlu ditingkatkan, dan apa yang masih perlu diusahakan.

Langkah 3. Susun strategi yang diperlukan untuk mencapai target.
Penentuan dua titik penting diatas (titik target, dan titik kondisi saat ini), akan membantu kita untuk melihat masalah yang harus kita pecahkan, kekurangan yang masih harus kita penuhi, dan alternatif strategi yang bisa kita pilih untuk berangkat dari titik ”saat ini” menuju titik ”masa depan.” Misalnya saja, untuk berkeliling dunia dalam waktu 80 hari dengan mengunjungi 20 negara, dengan kondisi keuangan yang hanya mempunyai 50% dari dana yang diperlukan, kita bisa menyusun strategi untuk mencari 50% dana yang masih kurang. Dengan demikian kita bisa memfokuskan perhatian dan usaha kita untuk mencari orang-orang, perusahaan-perusahaan penerbangan, stasiun televisi, yang mau menjadi sponsor kegiatan kita.

Langkah 4. Tentukan titik-titik evaluasi.
Walaupun penetapan target akhir dapat membantu kita untuk mengevaluasi seluruh usaha yang kita lakukan, kita juga perlu menetapkan titik-titik evaluasi disepanjang perjalanan menuju tujuan akhir tersebut. Titik-titik ini akan menjadi patokan bagi kita untuki melihat kemajuan yang telah kita raih sampai titik tersebut, sehingga jika kita sedikit menyimpang, salah jalan, atau salah mengambil rute yang menjauh, bisa cepat-cepat terdeteksi sebelum kesalah menjadi terlalu besar sehingga sulit diperbaiki. Kesalahan yang telah terdeteksi dalam titik-titik evaluasi ini, bisa segera kita tindaklanjuti, misalnya dengan melakukan penyesuaian strategi, waktu, prioritas ataupun sumberdaya yang kita miliki. Mengacu pada target kita mengunjungi 20 negara dalam 80 hari (berarti rata-rata kunjungan ke satu Negara adalah 4 hari), jika ternyata ada masalah politik atau ekonomi yang membuat kita menetap dinegara ke 5 lebih dari empat hari, maka kita perlu mengurangi lama tinggal kita di Negara-negara berikutnya dari empat hari menjadi tiga atu dua hari. Atau kalau kita ketinggalan pesawat di satu Negara, kita tahu kalau kita perlu mengejar pesawat yang berikutnya pada hari yang sama agar target tiba pada hari itu juga tercapai.

Langkah 5. Masukkan aspek waktu.
Langkah yang sangat penting yang perlu kita lakukan adalah memasukkan aspek waktu dalam setiap rencana yang kita buat. Aspek waktu ini akan menciptakan rasa terdesak (sense of urgency) untuk melakukan sebuah tindakan. Tanpa aspek waktu, kita cenderung kehilangan arah dalam mencapai target yang telah ditentukan, menunda-nunda kegiatan yang harus kita lakukan, sehingga bisa saja target yang telah ditetapkan tersebut bisa menjadi sekedar mimpi saja, karena kita pada akhirnya tidak mampu meraihnya. Jika kita menentukan akan mengunjungi berkeliling dunia mengunjungi 20 negara, tapi kita tidak menentukan kapan kita akan memulai, dan kapan kita akan mencapai tujuan tersebut, maka mungkin saja target tersebut tidak tercapai karena tergeser oleh rutinitas yang kita jalani sehari-hari. Atau jika kita sudah menentukan kita akan memulai sekarang, tapi tidak menentukan kapan harus selesai (dalam 80 hari, ataupun 100 hari), maka bisa saja semua ini akan berlangsung seumur hidup kita tanpa pernah selesai mengunjungi 20 negara yang ditargetkan.

Langkah 6. Bangun komitmen untuk mematuhi rencana.
Jika target telah ditentukan, kondisi saat ini sudah dievaluasi menyeluruh, strategi sudah disusun, dan titik evaluasi juga sudah ditentukan, langkah selanjutnya adalah memiliki komitmen untuk mencapai tujuan, melakukan strategi yang telah direncanakan. Komitmen ini akan menjadi ”bahan bakar” untuk menjalankan mesin ”usaha” kita untuk terus melaju sampai di titik akhir. Jika komitmen melemah, maka laju mesin inipun melambat, apalagi jika komitmen ini akhirnya putus ditengah jalan, maka mesin usahapun akan berhenti sama sekali. Jadi komitmen ini harus tetap dijaga. Kita bisa meminta bantuan orang-orang sekitar kita (keluarga ataupun teman-teman dekat) untuk mendorong kita agar tetap bersemangat. Kita juga bisa memacu diri kita dengan melihat ”rewards” yang menunggu kita di titik akhir yang telah ditentukan, dan ”hambatan” yang bisa kita atasi untuk mencapai titik akhir.
Langkah 7. Siapkan skenario ”B”. Walaupun semua rencana sudah kita susun rapih, dan komitmen sudah kita jalankan, ada saja hal-hal yang masih berada diluar jangkauan kita. Untuk itu kita perlu siapkan skenario lain untuk mencapai target yang ditentukan. Sehingga jika ada masalah menghadang di rute skenario 1 yang kita susun, dan masalah ini sulit dipecahkan, ataupun memerlukan waktu yang terlalu lama untuk dipecahkan, maka kita bisa melihat skenario lain yang akan membawa kita ke rute alternatif dengan tujuan yang sama. Jadi, walaupun komitmen diperlukan, kita juga memerlukan fleksibilitas dalam menyikapi kejadian-kejadian yang berada di luar rencana besar. Dalam menyusun rencana kita bisa juga mengakomodasi hal-hal yang berada diluar kekuasaan. Misalnya, jika kita punya target bertemu dengan calon investor jam 3 siang, sedangkan waktu yang diperlukan untuk tiba disana menurut rencana adalah 1 jam, kita mungkin bisa berangkat lebih awal, yaitu jam 1.30 atau jam (bukan jam 2). Jadi jika ada hambatan di jalan (macet, kecelakaan), kita masih punya cadangan waktu agar tidak terlambat tiba ditempat tujuan.

Langkah +1. Membawa rencana kita kepada Allah Yang Maha Merencanakan
Jika ketujuh rencana di atas, adalah bagian usaha kita, maka langkah penting yang terakhir yang perlu kita lakukan sebelum memulai rangkaian yang telah disusun dalam seluruh rencana, adalah melibatkan penyertaan Yang Maha Kuasa dalam merealisasikan rencana tersebut. Memang manusia bisa menyusun rencana, dan bisa berusaha, tetapi Tuhanlah yang menetukan yang terbaik untuk kita. Jika ternyata rencana yang telah kita susun adalah yang terbaik untuk kita, pasti Yang Maha Kuasa akan membantu kita dengan membuka semua jalan yang kita perlukan untuk meraih target yang telah ditentukan. Jika tidak, maka pasti Ia akan menunjukan target yang lebih baik, strategi yang lebih efektif bagi kita. Helen Keller juga menyadari peranan Yang Maha Kuasa. Wanita luar biasa ini mengatakan bahwa jika Tuhan menutup satu pintu, pasti Ia telah membuka pintu lain bagi kita. Yang perlu kita lakukan adalah memintaNya untuk membimbing kita agar bisa melihat pintu lain yang telah terbuka bagi kita.
Dengan ketujuh langkah plus satu ini, kita bisa memetakan ”sukses” kita di masa depan, dan meraihnya sebagai hasil nyata bukan hanya sebagai mimpi. Kita perlu memulai dengan menetapkan target (titik yang akan kita tuju), mengevaluasi kondisi saat ini (titik keberangkatan), menyusun strategi untuk mencapai target, menentukan titik-titik evaluasi, memasukan aspek waktu, bangun komitmen, mempersiapkan scenario B, dan membawa rencana aksi kita ke tangan Yang Maha Esa. Selamat mencoba.

BOSAN ADALAH MODAL UNTUK KREATIF

Cara Mengatasi Bosan

Bosan ? Pasti pernah merasa bosan khan ? Sebenernya bosan itu apa sih dan bagaimana rasanya ?

bagaimana caranya ?

Semua orang memiliki perasaan malas, bosan, dan jenuh. Ini adalah wajar. Namun bila rasa malas itu membuat produktifitas menurun dan mengganggu kualitas hidup anda, sebaiknya segera diobati rasa malas itu.

Penyebab Rasa malas, bosan dan jenuh ada beberapa sebab :

2. Sifat dasar atau bawan lahir , nah ini susah dirubah. Ada orang yang emang bawaanya selalu malas, bosan dan cepat jenuh, meskipun dimotivasi oleh motivator nomor  1 didunia, nggak ngaruh apa  sama ni orang.

Cara mengobati rasa malas, bosan dan jenuh :

1. Hidup sehat, dalam arti sehat tubuh, pikiran dan perbuatan. Sehatkan tubuh  anda dengan rajin berolahraga, makan dengan makanan yang sehat, dan seringlah mandi minimal dua kali sehari. Sehatkan pikiran anda dengan rajin beribadah, perbaiki hubungan silaturrahmi, jadi pendengar yang baik, rajin membaca kitab suci Al Quran. Sehatkan perbuatan anda dengan rajin membantu orang lain, sering ikut gotong royong, membantu membersihkan lingkungan tempat tinggal, membersihkan rumah sendiri dan memindahkan duri yang melintang di jalan.

2. Jauhi hal-hal yang merugikan diri sendiri. Banyak hal yang sangat merugikan diri sendiri seperti menggunakan Narkoba, berzina, bergunjing, berkelahi, suka berhayal, suka begadang,  terlalu banyak bicara hal-hal yang tidak penting.

Coba pahami dan ikuti, mudah-mudahan rasa malas anda hilang, dengan resep obat penghilang rasa malas diatas. Semoga bermanfaat.

obat hati itu ada lima perkaranya
nomor satu,membaca Al Quran dengan maknanya
nomor dua, sholat malam dirikanlah
nomor tiga, berkumpullah dengan orang sholeh
nomor empat, perbanyaklah berpuasa
nomor lima, dzikir malam perpanjanglah

barang siapa yang melakukan salah satunya
insya Allah, Yang Maha Kuasa memberkati

agu karangan opick ini cukup terkenal ,dan mengandung beberapa kebenaran buat saya pribadi (dan saya yakin banyak dari anda juga tentunya,  karena seingat saya waktu keluar lagu ini hits sekali dimana2 )

Anda pernah gak berpikir ,kenapa sih di alquran itu kok isinya ya kebanyakan larangan,ancaman ,peringatan. mulai dari cerita firaun yg diulang beberapa kali,kemudian ancaman2 bagi manusia sombong dan takabur,cerita2 ttg  azab di akherat yg kekal.

pernah gak anda mikir kenapa alquran seperti itu semua isinya?? selain tentunya ada janji surga bagi yg bertakqwa,tapi kebanyakan adalah cerita2 pelunak hati.

. Bahwasanya hati kita itu adalah tempatnya keinginan,dan dalam sebuah film ada yg mengatakan : desire is the fuel of life, katanya kalau kita udah gak punya keinginan berarti kita udah mati secara hakekatnya. jadi wajar kalau manusia itu punya keinginan,karena dia adalah penggerak kita dalam mencapai tujuan2 kita,tapi  tentu juga harus secara wajar,karena kalau tidak malah kita yg akan dikendalikan oleh keinginan dan hawa nafsu kita ini.

Nah dalam bukunya imam ghazali tentang hati juga dijelaskan ,kalau hati itu punya racunnya. antara lain : banyak makan,banyak memandang ,banyak bicara ,dan juga banyak bergaul.  kalau saya boleh tambahin lagi  ,banyak tertawa juga akan mematikan (kepekaan dan kelembutan)  hati.

“Seandainya seorang anak Adam telah memiliki dua lembah harta, maka dia akan mencari lembah yang ketiganya. Dan tak akan merasa puas perutnya, melainkan dengan dimasukkan ke dalam tanah.” (HR. Bukhari dan Muslim).

karena sifat2 hati yg gudangnya keinginan ini,maka hati ini harus ditundukkan dengan peringatan2. kita disuruh banyak berzikir  (zikir bukan hanya menyebut nama Allah,tapi juga membaca alquran,karena zikir artinya mengingat)  supaya hati kita ingat akan perintah2 dan ancaman Allah. kemudian juga kita disuruh berzikir sifat2 Allah agar kita tidak merasa diri sombong ,ataupun bangga.

ALLAH SWT berfirman, sifat sombong itu selendang-KU, dan keagungan itu pakaian-KU. Barangsiapa yang menentang-KU dari keduanya, maka AKU masukkan ia ke neraka Jahannam. (hadist qudsi)

karena sifat Allah adalah maha segalanya,maka tidak pantaslah kita yg cuma sedikit ini ilmunya dan miliknya untuk merasa sombong.

…dan tidaklah kamu diberi pengetahuan melainkan sedikit.” (QS 17 : 85 )

“sekiranya pohon-pohon yang ada di bumi adalah pena dan lautan (menjadi tinta) ditambah lagi dengan tujuh lautan sesudah (kering)nya. Niscaya tidak akan habis (dituliskan) kalimat-kalimat Allah. (QS 31 : 27)

salah satu peringatan paling mujarab untuk obat hati adalah mengingat kematian ,karenanya rasul bersabda : “Perbanyaklah kalian mengingat pemutus kelezatan (yakni kematian).”

Karena kematian adalah sebagai pengingat diri bahwa segala kesenangan di dunia ini pasti berakhir,dan kita tidak pernah tau kapan akan berakhir kehidupan kita ini masing2 ,oleh karena itu kita harus bersiap2 untuknya dengan menyiapkan bekal untuk di akherat nanti.

Bagaimana tau hati kita itu sedang sakit? kita tau kalo hati kita sakit itu antara lain, kita berkurang ibadahnya. Karena gak bisa gak,hati dan jiwa yg bersih pasti selalu rindu buat beribadah kepadaNYA,dan itu berbanding lurus antara keduanya (hati yg bersih dan ibadah yg baik/khusyu)

jadi kalo kita lagi males2an ibadahnya ,coba deh kita baca quran dan maknanya kita resapi dalam hati. kemudian juga bisa dengan banyak mengingat mati, kalau ada teman/ saudara yg meninggal salah satu anggota keluarganya,kita datangi dan kita resapi kematian orang itu sebagai pengingat untuk diri kita ini. selain itu kita perbanyak zikir dalam waktu2 luang kita di jalan ,dimanapun kita berada.

” Ingatlah Allah di waktu berdiri, di waktu duduk dan di waktu berbaring.” (QS 4 : 103)  —> ini  berarti disuruh ingat terus nih hehe

insya Allah hati menjadi bersih kembali,salah satu tanda hati bersih adalah mudah untuk bergetar saat mendengar nama Allah,menangis dalam doa dan sholatnya (lebih utama sholat malam/tahajud ,karena gak ada orang lain yg liat,kalo siang2 bisa jadi riya nanti takutnya ibadah kita kalo pake nangis )

“Dan pada sebagian malam hari bershalat tahajjudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu; mudah-mudahan Rabb-mu mengangkatmu ke tempat yang terpuji.” (QS 17 : 79)

insya Allah dengan kita “minum” obat hati ,hati kembali jadi bersih ,dan kita akan menikmati getaran hati kita saat mendengar nama terindah disebutkan ,yaitu  ALLAH

Sesungguhnya orang-orang yang beriman ialah mereka yang bila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan ayat-ayatNya bertambahlah iman mereka (karenanya), dan hanya kepada Tuhanlah mereka bertawakkal. (QS 8 : 2 )

Disinilah sebetulnya rasa bosan, adalah sinyal untuk hidup kreatif, dengan menjalani hidup dengan niat baik karena Allah. Dan kreatif ini harus dimaknai dengan kegiatan2 yang baik menurut-Nya.

Berangkat dari kesalahan.

Kesalahan memiliki pengertian segala sesuatu yang menyimpang kaidah umum. Kaidah umum yang dimaksud adalah kesalahan kepada Allah.

Pada dasarnya jika memahami kesalahan, yaitu, semua manusia memiliki kesalahan. Adapun perbedaannya adalah ada orang yang melakukan kesalahan dan disukainya, melakukan kesalahan karena terpaksa, melakukan kesalahan karena tidak tahu adalah kesalahan, melakukan kesalahan karena telah menjadi kebiasaan. Dan yang paling di puji, adalah orang yang melakukan kesalahan dan kemudian memperbaiki dan kembali (taubat) kepada Allah SWT.

Jenis2 kesalahan bisa kita lihat dari kesalahan pada Allah, pada diri sendiri, pada manusia, dan pada alam.

Kesalahan pada Allah lebih banyak kesalahan karena perbuatan kemusyrikan, pada diri sendiri, jarang memnuhi hak jasmaninya, jarang belajar, jarang memeriksa kesalahan dirinya sendiri. Pada manusia, jarang memenuhi janji, tidak setia kwan pada jalan yang benar, jrang memenuhi undangan, mencuri haknya, suka ngejek, jrang menghormat dan menyayangi. Pada alam, tidak memelihara alam dan membiarkan tanpa ada pengelolaan

materi 1 pro spirit x (pengembangan diri)

Pengembangan diri

Target

  1. peserta memahami potensi dan mampu memanfaatkannya
  2. peserta mampu memberikan rangsangan motivasi dan kreatifitas

judul materi

  1. hidup seimbang
  2. sukses itu apa ya
  3. waktu itu modal sukses
  4. Tau Kesalahan Tau Kesuksesan
  5. Pemetaan Rencana 3 Tahun
  6. Teknik kreatifitas

PROFIL PRO SPIRIT X

PROFIL PRO SPIRIT X

Pendahuluan

Sebuah nama untuk memenuhi tugas mandiri PAI. Yang memiliki kemampuan untuk memberikan inspirasi kemandirian siswa. Sebuah tugas yang dikerjakan oleh siswa kelas x, untuk maksud dan tujuan mengembalikan potensi keislaman, agar sukses belajar di sekolah dan bermanfaat di rumah. Di dalamnya terdiri dari materi-materi dasar kesuksesan yang dibutuhkan siswa secara mendasar. Dengan harapan agar siswa-siswi, akan mendapatkan materi yang segar dan multi aplikasi bagi kehidupannya sehari-hari

Target Program

Siswa akan memiliki keterampilan dalam hal pengembangan diri dan merancang masa depannya sesuai dengan karakter masing-masing. Dengan wawasan keislaman yang dimiliki dengan kemampuan membaca al Quran dan tegaknya shalat dalam kehidupan sehari-hari, sehingga mampu memberikan manfaat kepada lingkungan rumah dan sekolah dengan pengelolaan yang baik dan rapi. Peserta

Kelas x

Materi

Materi pengembangan diri Islam for teen (fiqih gaul) BTQ SYT EO experients learning

Waktu Oktober sampai november

Metode Game, wisata, experiental learning ]

Media Internet Media Lapangan dan Sumber belajar Al Quran dan terjemahannya Tafsir Al Quran Buku Tajwid PAI Dan lainnya

Melalui Belajar via media Belajar diskusi Belajar Praktek Belajar Menulis Penutup

Demikian profil pro spirit x. mudah-mudahan setiap ikhtiar kebaikan di balas di dunia dan akhirat. Aamiin.